Masjid Abdurrahman Isma'il,
Komplek Kampus IAIN Antasari,
Jl. A. Yani KM. 4,5 Banjarmasin, Kalsel
Phone: +6289691780577 (Ikhwan) /
+6285651xxxxxx (Akhwat)
E-Mail: ldk_amal@yahoo.co.id

Masukan Email Anda untuk Berlanggan

Senin, 19 Desember 2011

Asal Usul HIV-AIDS

Tiga kata yang saling melengkapi. Masalah AIDS dan seks belakangan sangat akrab dengan kehidupan remaja. Bila kita bicara masalah  remaja, nggak bisa dilepaskan dari persoalan kehidupan seks. Bahkan bila kita membicarakan seks lebih jauh, seperti seks bebas misalkan, kita juga nggak salah-salah amat bila menghubungkannya dengan AIDS. Ya, penyakit AIDS kerap muncul, tumbuh dan berkembang lewat jalur ini. Karena memang penyebaran virus HIV (‘biang’ AIDS) ini paling efektif lewat kontak fisik (baca: hubungan kelamin). Nah, itulah kenapa tiga kata; AIDS, seks, dan remaja adalah satu kesatuan. Nggak berlebihan tentunya, kan?
            Kamu perlu tahu, apa sih AIDS itu dan bagaimana asal mulanya. Para peneliti dari Northwestern University yakin bahwa pandemi alias wabah AIDS berawal dari Afrika bagian barat tengah sekitar tahun 1930. Teori baru ini telah mencetuskan pengamatan sejarah pada peristiwa yang belum dikaitkan dengan penyebaran HIV, seperti pembangunan rel kereta api di Afrika di awal abad ke-20. Aneh? Terusin aja bacanya, deh
            Sebuah simulasi komputer yang rumit mengenai evolusi HIV telah memperkirakan bahwa 1930 adalah tahun awal. Ketika itu pemerintahan kolonial Prancis di Afrika bagian barat melakukan kerja paksa untuk membangun rel kereta api. Karena para pekerja paksa itu kekurangan makanan, diperkirakan mereka berburu binatang liar di hutan, kemudian tertular HIV dari hewan primata yang mereka makan.
Rel kereta api Kongo-Samudera juga ditempatkan dekat kasus HIV pertama, di kota Kinshasa. Peristiwa sejarah lainnya, pengembangan kebun binatang dan penangkapan simpanse yang menggigit, mungkin juga menjadi faktor dalam penyebaran HIV.
Dalam sumber lain, penyakit ‘kutukan’ tersebut didiagnosa pertama kali pada tahun 1980. AIDS adalah penyakit rontoknya kekebalan tubuh yang disebabkan HIV, yakni virus HTLV-III (Human T-Cell Lymphotropic Virus-III, ditemukan tahun 1980), yang menyerang sel darah putih lymphocyte T-4. Setelah sel T-4 ini digempur HTLV-III, organisme racun (toxoplasma) berkembang, menyusup ke dalam tubuh lewat peredaran darah, lantas memproduksi bisul bernanah di otak, paru-paru, jantung, hati dan limpa. Selanjutnya, ini mengakibatkan matinya jaringan sel, kista dan berbagai kerusakan sel-sel otak. Berat ya bacanya? Sekali-kali memang kamu kudu rada mikir juga deh. Itu semua demi kebaikan kamu, biar kamu juga intelek dikit (he..he..he..). Sori, jangan dimasukin ke hardisk, eh salah, maksudnya hati!
Nah, dengan rontoknya sistem kekebalan tubuh, maka berbagai penyakit yang menyerbu tubuh penderita, pasti bakal susah untuk disembuhkan, Brur. Flu ringan sekalipun akan sulit sembuh bagi penderita AIDS. Ya, makin lama makin menggerogoti tubuh penderita dan tak mustahil berakhir dengan kematian. Wuah, ngeri banget!
      
Gimana nggak, bila ada yang menderita flu terus-terusan (nggak sembuh-sembuh) disertai munculnya bintik-bintik merah di sekujur tubuh, badan makin kurus kering, lidah berjamur, gemetaran, diare terus-terusan, demam, berkeringat di waktu malam, kelelahan di sekujur tubuh, sulit menelan dan bicara, napas tersengal-sengal.. wah, hati-hati, itu gejala AIDS. Tapi itu akan dialami setelah 5 sampai 10 tahun begitu positif terserang HIV. Jadi yang sekarang kelihatan sehat-sehat saja, belum tentu tidak terserang AIDS.
Bagaimana dengan jumlah penderitanya? Ah, ternyata ibarat fenomena gunung es. Kecil di permukaan, tapi besar di dalam. Sampai akhir 1996 saja, WHO memperkirakan jumlah orang yang terinfeksi HIV mencapai 30 juta orang dan mereka yang meninggal akibat AIDS sebanyak 6,4 juta orang. WHO juga melaporkan, penderita AIDS paling banyak ditemukan di Amerika Serikat yaitu 581.429 orang, disusul Brasil 103.262 orang, Tanzania 82.174 orang, Thailand 59.782 orang, dan Perancis 45.395 orang.
Di Afrika—di mana diperkirakan 1.000 anak-anak terinfeksi HIV setiap hari—tiga negara selain Tanzania dilaporkan memiliki penderita AIDS lebih dari 50.000 orang. Negara-negara itu ialah Kenya, Zimbabwe, dan Uganda, yang kemudian disusul Malawi dan Zambia dengan penderita AIDS tidak jauh berbeda. Wuah, benar-benar gawat, Non!
Di Asia tidak ada negara selain Thailand yang melaporkan jumlah kasus AIDS lebih dari 10.000 ribu. Negara dengan kasus AIDS mendekati Thailand ialah India sebanyak 3.000 kasus, Myanmar 1.822 dan Jepang 1.447 penderita.
Di Eropa, terutama di negerinya David Trezeguet (Perancis), tercatat jumlah penderita AIDS paling banyak yaitu 45.395 orang, melewati Spanyol 45.132 penderita. Kemudian disusul Italia 38.418 penderita, Jerman dengan 16.138 penderita dan Inggris sendiri mengoleksi 14.082 penderita. Tuh, di negara-negara yang membolehkan pergaulan bebas ternyata memang angkanya cukup besar.
Brasil juga menyimpan penderita AIDS paling banyak, 103.262 penderita, dibandingkan negara Amerika Latin lainnya seperti Meksiko 29.962 penderita dan Argentina 10.461 penderita. Kanada secara resmi melaporkan ada 14.836 penderita AIDS dan Australia melaporkan 7.033 kasus (Kompas, 7 Juli 1997)
Bagaimana dengan Indonesia? Hingga akhir Oktober 1998 jumlah penderita AIDS maupun pengidap HIV di wilayah Sumatera Utara saja telah mencapai 27 orang. Itu artinya Sumut menduduki urutan ke tujuh setelah DKI Jakarta, Irian, Riau, Bali, Jawa Timur dan Sumatera Selatan. Di Indonesia sendiri hingga akhir Oktober 1998 lalu telah mencapai 776 orang, 555 di antara mengidap HIV, yang meninggal sudah 111 orang. Dan nggak mustahil, jumlah itu akan terus membengkak bila tak segera diselesaikan dengan benar dan baik. Tak mustahil pula bila tahun 2000 ini jumlah penderita penyakit ‘kutukan’ ini diperkirakan meningkat hingga 1 juta orang. Siapa tahu, kan? Mengerikan!
Jalur Penyebaran AIDS
Nah, yang ini patut kamu waspadai, kamu harus memantau terus lewat media apa saja virus HIV itu menyebar. Berdasarkan beberapa penelitian, AIDS paling efektif menyebar lewat hubungan seks. Baik antara laki-laki dengan wanita, maupun yang abnormal, yakni homoseksual dan lesbian. Dan celakanya, saat ini memang seks bebas sedang menjadi primadona remaja. Kebebasan bergaul telah menjadi pintu gerbang penyebaran AIDS. Dan korban AIDS dari kalangan pelaku seks bebas ini memang paling banyak. Mereka sangat rentan alias berisiko tinggi terkena penyakit ‘kutukan’ ini. Termasuk pelaku seks menyimpang, yakni para homoseks dan lesbian.
Nah, media penyebaran AIDS lain yang juga cukup ampuh adalah melalui transfusi darah. Di ‘sektor’ ini, nggak musti orang yang berdosa, tapi bisa juga orang baik-baik kena getahnya. Jadi kamu kudu hati-hati, jangan-jangan darah yang dikucurkan ke tubuh kamu saat melakukan transfusi darah adalah darah yang sudah terinfeksi dengan virus HIV. Ih, naudzubillahi mindzalik, jangan sampai deh.
Perlu juga diwaspadai adalah penyebaran lewat alat-alat kedokteran yang nggak steril. Contoh kasusnya memang sudah ada, di Amerika pernah ditemukan seorang gadis kecil yang kena AIDS setelah berobat ke dokter gigi yang lesbi. Berarti peralatan dokter gigi yang lesbi itu nggak steril, karena kebetulan si dokter kena AIDS. Ih, mengerikan banget, ya?
Well, masih ada media yang cukup ‘sakti’ untuk menularkan virus HIV ini, yakni lewat narkoba. Wuah, di jalur ini kasusnya cukup banyak juga, Non. Mau tahu? Nih buktinya. Dari studi yang dilakukannya, pakar AIDS Dr. Zubairi Djoerban mengajukan beberapa bukti keterkaitan narkoba dan HIV/AIDS. Dia mengemukakan dalam beberapa bulan terakhir, sampai dengan bulan Oktober 1999, pasien baru yang didiagnosis atau dirujuk kepadanya selaku spesialis penyakit dalam biasanya 1-2 orang dalam satu bulan. Dia juga menambahkan bahwa dalam tiga minggu pertama bulan November 1999, menemukan sembilan kasus baru infeksi HIV/AIDS, dan tiga diantaranya pecandu narkoba. Hih, mengerikan banget. Lebih menyeramkan lagi adalah penelitian beliau melalui Yayasan Pelita Ilmu yang diketuainya tentang penelitian pendahuluan terhadap ABG di daerah Blok M, yang memperlihatkan adanya 7,5 % di antara mereka merupakan pecandu narkoba dan 12,3 % lainnya terlibat seks bebas(Media Indonesia, 30 Nopember 1999)
Kiat Islam Membabat AIDS
Sobat, bukti memang sudah banyak, bahwa media penyebaran AIDS paling efektif dan ampuh adalah melalui jalur seks bebas dan menyimpang. Maka untuk menyelesaikan AIDS ini harus melibatkan semua unsur. Dan bukan dengan terapi yang asal-asalan dan buang waktu serta uang. Misalnya dengan mempropagandakan pemakaian kondom. Itu nggak bakal menyelesaikan masalah, malah yang pasti menimbulkan masalah baru. Selain melanggengkan seks bebas, juga AIDS bakal makin merajalela. Nggak percaya? Jangan dicoba! Allah SWT berfirman:
 “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (an-Nuur; 30).
            Islam melarang berdua-duaan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan dalam satu tempat tanpa kehadiran seorang mahram. Nabi SAW bersabda : “Ketika seorang laki-laki (pergi) berduaan dengan seorang wanita, maka setan menjadi orang ketiganya di sana.”  Dalam Islam, campur baur bebas antara laki-laki dan wanita tanpa adanya keperluan dan kepentingan syar’i adalah terlarang.  Islam memandang seks bebas sebagai sebuah malapetaka besar.
 “…dan janganlah kamu datangi perbuatan keji, baik yang nampak diantaranya maupun yang tersembunyi….” (al-An’am; 151).
 “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (al-isra’: 32).  
Pelaku perbuatan dosa besar ini akan menghadapi siksaan yang mengerikan dari Allah. Allah berfirman :  
“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya ia mendapat (pembalasan) dosa (nya).” (QS al-Furqon: 68)
Menurut Islam, siapa saja yang melakukan seks bebas akan diganjar sanksi hukum segera setelah persyaratan sanksi tersebut terpenuhi. Seperti pelaku perzinahan, mereka akan dirajam untuk yang sudah (pernah) berkeluarga, dan akan dijilid (cambuk) bagi yang masih lajang.
Nah, kamu jangan coba-coba nekat bergaul bebas dengan lawan jenis, apalagi sampai kebablasan berzina, selain memang dosa, jangan-jangan kamu nanti menjadi penderita AIDS yang ke sekian. Ih, naudzubillahi min dzalik []

ads

Ditulis Oleh : LDK AMAL Hari: 04.40 Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar

 

Bagaimana tampilan Web kami menurut Anda?