Masjid Abdurrahman Isma'il,
Komplek Kampus IAIN Antasari,
Jl. A. Yani KM. 4,5 Banjarmasin, Kalsel
Phone: +6289691780577 (Ikhwan) /
+6285651xxxxxx (Akhwat)
E-Mail: ldk_amal@yahoo.co.id

Masukan Email Anda untuk Berlanggan

Sabtu, 18 Desember 2010

Seminar Muharram 2010


Bulan Muharram diperingati sebagai pergantiannya tahun dalam kalender Hijriah. Kalender hijriah sendiri dihitung sejak Rasulullah SAW melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah. Hampir setiap tahun sebagian kaum muslimin memperingati tahun Baru Hijriah ini. hanya sayang, kadang peringatan tersebut hanyalah seremonial belaka. sekedar memperingati tanpa berusaha untuk mengetahui lebih dalam apa sebenarnya hakikat dari peristiwa hijrah itu.
LDK AMAL yang menyadari akan pentingnya kepahaman ummat (dalam hal ini adalah mahasiswa) terhadap peristiwa ini mengadakan Seminar Muharram pada hari sabtu, 18 Desember 2010. Acara yang bertemakan, "Memaknai Hijrah dalam Konteks Kekinian" ini bertempat di Lantai Dasar Perpustakaan IAIN Antasari Banjarmasin.
Seminar yang menghadirkan dua orang pembicara, yakni Ustadz Baihaki Al-Munawar dan Bapak Drs. Sukarni, M.Ag ini dimulai pada pukul 09.00 wita hingga pukul 12.00 wita. Dengan dihadiri sekitar 80 peserta, dua pembicara memberikan wawasan yang sangat luar biasa mengenai peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW.
Ustadz Baihaki Al-Munawar yang merupakan Ketua DPD I HTI Kalimantan Selatan mendapatkan kesempatan pertama untuk menguraikan makna Hijrah. Sebagaimana dalam penyampaian dan makalah beliau, bahwa peristiwa hijrahnya Nabi menandai perubahan yang terjadi pada kaum muslimin. Jika di Makkah ummat islam mendapatkan bagitu banyak halangan dan rintangan dalam berislam, maka di madinah hal yang berbeda 180 derajat didapatkan kaum muslimin. Catatan yang penting untuk diketahui, menurut beliau, bahwa peritiwa hijrahnya Nabi juga menjadi titik terjadinya perubahan tatanan masyarakat. oleh karena itu, hijrahnya Nabi adalah perpindahan dari Darul Kufur menuju Darul Islam. Sejak hijrah itulah Rasulullah menjadi kepala Negara di Madinah dan menjadikan Islam sebagai Undang-undang dalam mengatur masyarakat, termasuk non-muslim.
Dalam konteks kekinian, hijrah yang sama harus dilakukan karena keadaan sebelum hijrahnya Nabi dengan keadaan sekarang tidaklah jauh berbeda. Dimana masyarakatnya sama-sama jauh dari islam. Yang dimaksud hijrah disini adalah berusaha dan berjuang untuk mengganti tata hidup/sistem kehidupan yang ada saat ini dengan sistem islam sebagaimana sistem pada jaman Rasulullah SAW.
Hal yang senada juga disampaikan oleh Bapak Drs. Sukarni, M.Ag. Dosen dan sekaligus kepala Perpustakaan IAIN Antasari ini menguraikan bahwa hijrahnya Rasulullah karena niat yang tulus dan ikhlas untuk memenuhi seruan dari Allah SWT. Menurut beliau, inilah yang harus menjadi perhatian ummat islam, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya dan sesungguhnya tiap orang akan mendapatkan apa yg ia niatkan. Barangsiapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya sebagai hijrah krn Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa berhijrah karena dunia yg ia cari atau wanita yg hendak dinikahinya maka ia hanya akan mendapati apa yang dia niati.” (HR. Bukhari dan Muslim). 
Sekitar pukul 10.30 wita Bapak Drs. Sukarni, M.Ag harus meninggalkan acara karena agenda yang telah menunggu beliau. Akhirnya seminar yang dimoderatori oleh Muhammad Abdul Malik ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama Ustadz Baihaki Al-Munawar hingga selesai. Antusias perserta begitu sangat jelas, hal ini terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
Setelah semua pertanyaan dijawab, diakhir waktu panitia memberikan kenang-kenangan kepada pembicara. Kenang-kenangan diserahkan oleh Ketua Umum LDK AMAL IAIN Antasari, Saudara Muhammad Tohir. Akhirnya, acarapun selesai dan peserta dengan tertib meninggalkan tempat acara. [thr/bjb]

ads

Ditulis Oleh : LDK AMAL Hari: 07.36 Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar

 

Bagaimana tampilan Web kami menurut Anda?