Masjid Abdurrahman Isma'il,
Komplek Kampus IAIN Antasari,
Jl. A. Yani KM. 4,5 Banjarmasin, Kalsel
Phone: +6289691780577 (Ikhwan) /
+6285651xxxxxx (Akhwat)
E-Mail: ldk_amal@yahoo.co.id

Masukan Email Anda untuk Berlanggan

Kamis, 31 Juli 2008

Pergerakan Dakwah Kampus


(Al-Akhbar’ From Amir’Aam’Lembaga Dakwah Kampus Akhi Adi Ansari
“Angkatan Muda Abdurrahman Ismail IAIN Antasari Banjarmasin”
Periode 2008-2009)


Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh
—QS. Asshof : 4


DAKWAH merupakan tulang punggung, dalam upaya mengejawantahkan nilai-nilai Islam, dalam hal ini,
bagi perubahan pola berfikir di kampus. Diperlukan usaha, jamaah yang solid dan kesungguhan dari segenap komponen pengemban dakwah yang terjun dalam kancah pergolakan kampus. Kokohnya barisan dan rapatnya shaf merupakan kunci mutlak dalam upaya pencapaian tujuan dakwah.

Lembaga Dakwah Kampus Angkatan Muda Abdurrahman Ismail (LDK AMAL) IAIN Antasari Banjarmasin, adalah sebuah organisasi kemahasiswaan berbasis Islam yang membawa visi dan misi ke-Islaman di lingkungan kampus IAIN Antasari Banjarmasin. Tentunya menginginkan perbaikan yang mendasar, yaitu menjadikan kampus bernuansa Islami, mampu mencetak alumni yang tentunya tidak hanya unggul dalam prestasi akademik tetapi mumpuni dalam tsaqofah Islam yang kaffah.

Selain itu kader-kadernya juga dituntut mempunyai keimanan sebagaimana tampak pada para sahabat Rasulullah Saw. —amin— sehingga ketika mereka terjun ke masyarakat, mereka dapat mengubah pandangan-pandangan yang dulunya jauh dari nilai-nilai Islam. Mereka pun juga menjadi semacam magnet—perantara hidayah bagi orang yang memandang mereka, oleh karena kelembutan hati dan kekuatan keimanan mereka. Disinilah pentingnya metode Dakwah bil haal, empati dan kelembutan hati.


LDK AMAL adalah lembaga dakwah kampus tingkat institut. Koordinator bagi LDK-LDK tingkat fakultas lainnya. Karena itulah kader-kadernya pun tersebar di empat fakultas kampus ini. LDK AMAL adalah organisasi kader, mencetak pejuang Islam. Mujahid-mujahidah Allah. Meskipun mereka berada pada kondisi lingkungan dan sistem kehidupan yang bobrok dan rusak, yaitu demokrasi dan kapitalismenya. Insyallah mereka akan tetap teguh dengan idealisme mereka.


SaudaraKu ...

Tujuan kita masuk LDK adalah demi perbaikan diri kita sendiri –dakwah pribadi- menjadi mahasiswa sholeh yang dicintai Allah. Bukan sekedar tujuan untuk memperbaiki orang lain. Terkadang ada saja yang keliru, mereka takut masuk LDK karena mereka anggap semua anggota wajib mendakwahi orang lain hingga seperti seperti seorang malaikat. Hidayah itu adalah milik Allah, kita tidak diperintahkan oleh Allah untuk merubah orang lain, kita hanya diperintahkan oleh Allah untuk mengajak mereka kepada ketaatan pada Allah Swt. dan baginda Rasulullah Saw. Kita diperintahkan berkumpul dengan sesama teman-teman yang sholeh, sebab budaya lingkungan di sekitar tentulah amat berpengaruh. LDK menfasilitasi mahasiswa mendapatkan lingkungan yang Islami. Lingkungan dimana kita belajar Islam bersama di sini. Dalam rajutan ukhuwah Islamiah.

Amanah Ini ...

Dakwah adalah tugas mulia, di mana Allah Swt. telah memberikan kehormatan ini kepada para nabi dan rasul, serta hamba-hambanya yang sholeh dan yang mau berbuat islah, untuk mengibarkannya sepanjang waktu dalam keadaan apapun.

Dialah peninggalan yang diwariskan oleh para nabi alaihissalam kepada orang-orang setelahnya, yakni kewajiban menyebarkan ilmu dan mengajarkannya, amar ma’ruf nahi munkar, berdakwah kepada agama Allah, menyampaikan kebenaran agama ini kepada orang-orang yang memerlukan dan memiliki rasa dahaga terhadap ruhiyyah.


Kepada Adik-adik Mahasiswa baru ...

Selamat datang di kampus perubahan-kampus kebangkitan-kampus pergerakan. kampus dengan dunia idelismenya, Di kampus ini antum-antum (Anda, Ed) semua akan menemui dunia baru yang berbeda, dimana sebelumnya belum Antum kenal. Di kampus ini tumbuh subur bermacam pemikiran, maka selektiflah Adik-adik dalam memilihnya.

Kesemuanya itu mengarah pada pergerakan, Pertama, pergerakan Islam, pergerakan-pergerakan ini bergerak lil’izzatil Islam wal’muslimin’. Yaitu pergerakan menuju kemuliaan agama kita tercinta dan kemuliaan kaum muslimin. Pergerakan ini terbagi-bagi lagi sesuai dengan visi-misinya. Beruntunglah kalau Adik-adik tergabung dalam gerakan yang memperjuangkan syariat Allah tuk tegaknya di muka bumi ini dengan sistemnya yang sempurna, sebagaimana sistem yang diterapkan Rasulullah Saw. di Madinah dengan Qanun-Nya yang bersumber pada al-Qur’an dan as-Sunnah.

Dan berhati-hatilah Saudaraku, dari gerakan yang mengatas namakan Islam hanya untuk kepentingan politik golongannya, termasuk membela demokrasi yang nyata-nyata bukan dari Islam—tak lebih hanya demi jabatan dan kekuasaan semata.

Kedua, pergerakan Kapitalis liberal, pergerakan ini sangat-sangatlah berbahaya. Keterpurukan Bangsa kita, adalah akibat dari sistem kapitalis yang diterapkan penguasa zalim sekarang ini. Aset-aset rakyat dijadikan milik individu, maka negara ini tampak hanya milik segelintir orang saja, sisanya sebagai mayoritas dan rakyat mampus dieksploitasi. Paling baru, harga BBM yang melangit tak terjangkau—padahal apa kurangnya Indonesia ini.

Penguasa menjadi penjajah di negeri sendiri, mereka menjadi anjing-anjing Amerika yang di dalamnya tak lain dan tak bukan adalah Zionis Yahudi La’natullah alaih. Tak kalah dengan DPR/MPR-nya, kerjanya cuma menipu rakyat. Islam pun jadi barang-barang jualan oleh partai politik Islam atau yang mengaku-ngaku partai dakwah, demi kekuasaan dan baris kursi parlemen, kebijakan-kebijakannya pun tidak ada bedanya dengan partai sekuler.

Orang miskin dilarang sakit, dilarang sekolah, pergaulan bebas, kehidupan hedonis dan pornografi yang dipertontonkan bebas oleh media massa negeri ini, perampokan sumber daya alam yang notabenenya milik rakyat, kehidupan glamour bak selebritis—motto kaum kapitalis, bersenjata demokrasi, yang semuanya itu bersumber pada satu kesesatan, yaitu liberalisme.

Ketiga, pergerakan Sosialis-Komunis. Jangan terkejut, ini asli. Sosialis-komunis sebagai ideologi kebanggaanya. Zaman reformasi ini, lahan subur bagi tumbuhnya mereka, gerakan ini juga tak urung diperjuangkan oleh sebagian mahasiswa. Gerakan ini jelas-jelas membawa kepada petaka dan kehancuran, bahkan lebih berbahaya lagi. Gerakan ini manis dimulut, dengan janji indahnya pemerataan kemakmuran, tapi dibalik semua itu, ada kejahatan di luar batas kewajaran. Gerakan ini bertentangan dengan kodrat manusia, memberi kebebasan hidup tanpa aturan, ketidak bertuhanan, dan ujung-ujungnya kesengsaraan tak beda dengan sistem kapitalisme.


Kepada Para Pejuang Islam—Yang Coba Meniti JaLan Ini

Terakhir,

Kami tunggu bergabungnya Adik-adik semua di LDK AMAL. Yakinlah bahwa Antum-antum semua adalah generasi pembaharu, generasi pejuang Islam, orang-orang pilihan, orang-orang cerdas, dan orang-orang beruntung. Kenapa berkata demikian, sebab tidak semua teman kita bisa kuliah seperti Antum semua. Kita tahu bagaimana kondisi ekonomi negeri ini, biaya pendidikan yang melangit dan segunung masalah lainnya.

Alangkah indahnya kita balas tetesan peluh keringat orang tua kita dengan membahagiakan-nya. Lewat mendidik diri menjadi seorang pejuang Islam.

Wajib bagi kita tuk bersyukur, dengan ”kuliah yang serius, terus mendewasakan dan mengembangkan potensi diri, ibadah dan dakwah, dan menjaga diri dari maksiat.” Organisasi jangan sampai melupakan kita pada tujuan awal kita, yaitu kuliah menuntut ilmu. Berhati-hati pula dalam memilih organisasi, jauhilah organisasi yang jelas-jelas menjebak diri pada kemaksiatan dosa. Campur aduk mahasiswa-mahasiswi yang bukan mahram-nya, teriak-teriak malam hari yang tidak ada manfaatnya.

The last, “Selamat Datang di Kampus Pergerakan!” Jadilah Aktivis pergerakan Islam, Sorga menanti-Mu yang benar dan ikhlas dalam memperjuangkan dienul islamiyah ini. Keep Spirit, Let’s struggle for Islam. Inna Allaha Ma’ana.

Takbir ... Allahu Akbar!!

ads

Ditulis Oleh : LDK AMAL Hari: 07.16 Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar

 

Bagaimana tampilan Web kami menurut Anda?