Masjid Abdurrahman Isma'il,
Komplek Kampus IAIN Antasari,
Jl. A. Yani KM. 4,5 Banjarmasin, Kalsel
Phone: +6289691780577 (Ikhwan) /
+6285651xxxxxx (Akhwat)
E-Mail: ldk_amal@yahoo.co.id

Masukan Email Anda untuk Berlanggan

Minggu, 07 September 2008

Allah Menciptakan Dengan Teknologi


TEKNOLOGI yang sedemikian canggihnya saat ini dan bahkan kerap menjadi panutan banyak manusia di zaman modern ternyata juga diajarkan Islam. Allah menciptakan segala sesuatu itu dengan AtQana atau teknon (teknologi).

Termasuk diantaranya bagaimana manusia bisa melihat waktu. Hal ini tertera jelas dalam Al-Quran surah Yunus ayat 5. Dalam surah tersebut diterangkan. Dengan kekuasanNYA menciptakan alam semesta, Allah telah memudahkan manusia mengetahui waktu dengan mempelajari ilmu yang dibantu teknologi.


Pada Surah ini diterjemahka "Dia lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkanNYA manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan haq (kebenaran). DIA menunjukkan sekian tanda-tanda (kebesaranNYA) kepada orang-orang yang mengetahui untuk mengetahui bilangan dan hisabnya sudah diketahui Allah"

Surah tersebut, menurut H Gazali, Ketua Dewan Masjid Banjarbaru dengan tegas mengajarkan bagaimana manusia di dunia bisa mengetahui ketentuan waktu dibantu teknologi. Pun untuk penetapan 1 Syawal nanti, pihaknya juga menggunakan modifikasi program Accurate Times 5.1 dari Jordan Astronomical Society (JAS).

Tahun ini dari perhitungan tersebut bulan Ramadhan berumur 30 hari. Dipantau menggunakan peta dunia, dari pembagian lima wilayah dunia, bulan hanya bisa dilihat menggunakan mata telanjang sedikit dari wilayah Amerika. Ada wilayah yang tidak bisa melihat sama sekali, ada yang bisa melihat menggunakan alat.

Termasuk di Indonesia. Menurutnya, perhitungan menggunakan program tersebut, diyakininya berdasar peredaran benda langit sudah tetap. Dengan mengacu ajaran Al-Quran, ini bisa terdeteksi sejak dini, bahkan kebenarannya diyakini akurat. "Teknologi yang dipakai ini kan mengkompilasikan hisab dan rukyat. Itu juga sudah diridhai Allah SWT. Puasa tahun ini 30 hari. 1 Syawal 1 Oktober," beber Gazali.

Khusus Ramadhan tahun ini, kata Ketua Yayasan Pendidikan Islam Qardhan Hasana Banjarbaru ada sembilan hari bayangan matahari mengarah ke kiblat. Jadi arah kiblat di Mekkah berada pada satu bidang bayangan matahari.

Banjarmasin Post


ads

Ditulis Oleh : LDK AMAL Hari: 08.48 Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar

 

Bagaimana tampilan Web kami menurut Anda?