Masjid Abdurrahman Isma'il,
Komplek Kampus IAIN Antasari,
Jl. A. Yani KM. 4,5 Banjarmasin, Kalsel
Phone: +6289691780577 (Ikhwan) /
+6285651xxxxxx (Akhwat)
E-Mail: ldk_amal@yahoo.co.id

Masukan Email Anda untuk Berlanggan

Kamis, 17 November 2011

Antara Ukhuwah Dan Ilmu


Bismillahirrahmanirrahim...

Assalamu alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

            Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Hujuuraat (49) : 13,"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan danmenjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antaramu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

            Pada hakikatnya kita adalah bersaudara, karena kita seAQIDAH yaitu ISLAM. Islam adalah Rahmatan Lil Alamin. Maka terciptanya UKHUWAH ISLAMIYAH (persaudaraan dalam Islam) dimana, ukhuwah ini adalah Nikmat dari Allah SWT yang harus kita syukuri, maka ukhuwah harus dapat menyatu dengan iman dan Taqwa. Karena tidak ada ukhuwah tanpa Iman, dan tiada Iman tanpa Ukhuwah. Jika ukhuwah kosong akan iman, maka yang terjadi adalah terjadinya perpecahan karena ikatan yang ada hanya ikatan untuk kepentingan golongan/kelompok. Seperti Rasulullah dalam sabdanya menjelaskan, bahwa :"Tidak beriman seorang dari kamu, sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (HR. Bukhari&Muslim). Diharapkan orang yang beriman memiliki sifat ukhuwah dan persahabatan yang murni karena Allah, bukan mengharapkan pujian ataupun niat-niat yang lainnya sehingga menyebabkan ikatan itu akan sia-sia belaka. Astagfirullah. Wallahu ‘Alam.

            Sekali lagi UKHUWAH ISLAMIYAH adalah Nikmat yang sangat besar yang diberikan
Allah swt kepada ummat manusia, terkadang kita tak menyadari akan hal itu atau sudah sadar tapi acuh tak acuh??? Jikalau umat manusia mengetahui keutamaan dari Ukhuwah Islamiyah, sungguh mereka akan berdampingan, perbedaan akan menambah indah ukhuwah karena pada awalnya mereka menjalin ukhuwah karena Allah, SUBHANALLAH. Allah SWT berfirman dalam Surat Ali .Imran (3) ayat 103, yaitu :"Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah keseluruhannya, dan janganlah kamu berpecah belah. Ingatlah kamu akan nikmat Allah yang dilimpahkanNya kepadamu ketika kamu dalam keadaan saling bermusuhan, lalu Allah menyatukan antara hati-hati kamu. Maka jadilah kamu dengan nikmatNya bersaudara."

            Inilah ukhuwah yang selalu rindukan dalam kehidupan Ummat ISLAM..InsyaAllah, janji Allah pasti untuk Hamba/Ummat Manusia. Dalam naungan khilafah Islamiyah, dengan segala peraturannya berasal dari Al Qur’an dan As Sunnah, sebagai 2 Sumber Hukum Utama dalam Islam, dengan azas dan pemikiran
yaitu ISLAM. InsyaAllah.

            Oleh Karena itu, dengan harapan bahwa ukhuwah ini mendapat Ridha Allah azza wa jalla dan tentunya membawa kita pada Jalan Sirathalmustaqim, semuanya terjadi atas izin dan Kuasa Allah swt. Dengan saling mengingatkan,mendukung, mendoakan yang kesemuanya itu bertujuan untuk kebaikan.
Seperti janji Allah,“...niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS al-Mujaadilah [58]: 11)

            Subhanallah,, dengan Ilmu pengetahuan Allah akan meninggikan derajat kita, dengan selalu beriman kepadaNya dan selalu menuntut Ilmu. Karena Ilmu adalah dasar dari kita sebelum beramal dan berdakwah. Menuntut Ilmupun Wajib hukumnya. Seperti salah satu hadits, barangsiapa yang menginginkan kebaikan di dunia maka tuntutlah ilmu, barangsiapa yang menginginkan kebaikan di akhirat maka tuntutlah ilmu dan barangsiapa yang mengingankan kebaikan dunia akhirat maka tuntutlah ilmu.

            Karena segala sesuatu pasti berawal dari Ilmu, awalnya kita tak tahu apa2, tapi karena menuntut ilmu, maka kita menjadi tahu. Imam syafi'i pernah bilang begini, “Sesungguhnya kehidupan pemuda itu, demi Allah hanya dengan ilmu dan takwa (memiliki ilmu dan bertakwa), karena apabila yang dua hal itu tidak ada, tidak dianggap hadir (dalam kehidupan).” Subhanallah, apakah kita tak ”ngeh” dengan sindiran seperti itu? Karena dengan Ilmu pula, kita akan bermanfaat untuk orang lain, namun semua terpulang kembali kepada diri masing-masing dengan nawaitu kita sendiri. Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas)berdasarkan apa yang dia niatkan. (Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kita Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang.

            Dan Rasulullah
SAW. menyampaikan: “Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang maka dia diberi pendalaman dalam ilmu agama. Sesungguhnya memperoleh ilmu hanya dengan belajar.” (HR Bukhari). Tuntut Ilmu Agama adalah Fardhu ’ain. Karena Ilmu itu yang akan menjadi Amal kita kelak, yang insyaAllah menyelamatkan kita pada saat yaumil hisab, karena tidak akan ada yang bisa membantu kita selain kita sendiri.

Berikut ini adalah Beberapa Kriteria Thalibul –’Ilmi* :

1. Ikhlas Semata Karena Allah SWT
Rasulullah SAW Bersabda :
”Barang siapa yang menuntut Ilmu karena ingin mendapatkan harta keduniaan semata niscaya ia tidak dapat mencium bau (wangi) surga kelak di hari akhirat.” (HR Abu Daud)

Allah Berfirman :
”Dan bertaqwalah kepada Allah, niscaya Allah akan memberimu ilmu.”(QS.2:282)

2. Sabar, Ulet dan Lapang dada
”Kalau panasnya musim panas, keringnya musim gugur, dinginnya musim dingin mengganggumu dan menyakitimu, dan kamu terus berharap indahnya musim semi. Maka katakanlah padaku : kapan lagi aku menuntut ilmu?”.

3. Tawadhu’ dan Tidak sombong
Sesungguhnya ilmu tidaklah diraih dengan kesombongan dan kecongkakan. Barangsiapa yang belum mencicipi tawadhu’ (rendah hati) daam menuntut ilmu sekejap saja, niscaya ia akan meneguk gelas kebodohan seumur hidup.
4. Meluangkan waktu sepenuhnya untuk Ilmu
Jikalau kita memberikan diri kita semuanya kepada ilmu niscaya ia (ilmu) akan berikan sebagaian dirinya kepada kita. Kalo tidak sama sekali, gimana?

5. Menghormati Ulama
Menjaga kehormatannya, tidak menyakitinya dan tidak merendahkan nilainya dengan cara apapun.

6. Memegang Motto :
”Hikmah itu adalah barang hilang orang mu’min. Maka kapan dan dimana pun ia menemukannya, maka sesungguhnya dialah orang yang paling berhak mengambilnya.”

7. Menghormati Ustadz/Dosen

8. Menjauhi Jidal dan perdebatan yang tidak bermanfaat.

Maka dari itu, Ana mengajak ukhtifillah untuk sama-sama saling mengingatkan agar selalu di jalan Allah, jalan sirathalmustaqim, jalan para pejuang dengan keistiqomahan dan hanya mengharap ridhaNya. Baik saya,anda,ataupun kaum akhwat yang lain. Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling marah dan saling memutuskan hubungan. Dan janganlah kalian menjual sesuatu yang telah dijual kepada orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. . Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya. Taqwa itu disini (seraya menunjuk dadanya sebanyak tiga kali-). Cukuplah seorang muslim dikatakan buruk jika dia menghina saudaranya yang muslim . Setiap muslim atas muslim yang lain; haram darahnya, hartanya dan kehormatannya “ (Riwayat Muslim)

"Ya Allah..sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan kecintaan hanya kepadaMu, bertemu untuk taat kepadaMu, bersatu dalam rangka menyeru (dijalan)Mu, dan berjanji setia untuk membela syari.atMu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya ya Allah..abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahayaMu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepadaMu, hidupkanlah dengan ma’rifahMu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalanMu. Amin."
Wassalamu alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

By Div Opsyi Akhwat LDK Amal
Sumber : FB Akhwat LDK Amal IAIN

ads

Ditulis Oleh : LDK AMAL Hari: 23.11 Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar

 

Bagaimana tampilan Web kami menurut Anda?